welcome to SMP 3 Sragi

Selamat datang di blog SMP 3 Sragi

Blog ini kami tujukan bagi anda yang ingin mengakses informasi yang berkaitan dengan SMP 3 Sragi, meliputi informasi akademis, non akademis maupun informasi lainnya

Gunakan kesempatan ini untuk dapat berpartisipasi dalam membangun SMP 3 Sragi menuju ke sekolah yang lebih maju dan lebih berprestasi

Selamat bergabung bersama kami

Sabtu, 19 Maret 2011

Tak Pernah Ada Kata Terlambat (Sebuah Renungan)

Tak Pernah Ada Kata Terlambat


Tak pernah ada kata terlambat untuk menjadi apapun yang kita inginkan.
Adaorang berpendapat bahwa usia 62 tahun adalah usia yang sangat telat untuk mencapai sebuah cita-cita. Kita tak perlu mencapai usia 62 tahun untuk percaya bahwa usia ini sangat telat untuk meraih sebuah mimpi. Pada kenyataannya, ada pemuda yang baru berusia 26 tahun ketika perasaan terlambat itu hingap. Suatu saat pemuda tersebut diajak temannya untuk masuk universitas. “Tapi aku terlalu tua” dalihnya. “Setiap orang LULUS ketika mereka berusia 22 tahun, sementara aku sudah berusia 26 dan belum memulai apapun”
Lalu temannya berkata, “Dalam empat tahun ke depan, kamu akan empat tahun lebih tua รข€“ baik kamu kuliah atau tidak. Manakah yang kau pilih, empat tahun lebih tua dengan gelar, atau empat tahun lebih tua tanpa gelar?” Kata-kata tersebut mengubah pandangan si pemuda. Ia tiba-tiba menyadari bahwa ia tak pernah terlalu tua untuk meraih mimpinya. Jadi, ia mulai kuliah. Setelah memompa semangatnya dan menyingkat masa studinya menjadi tiga tahun, ia berhasil meraih gelar yang ia idamkan, lalu memutuskan untuk melanjutkannya hingga jenjang yang lebih tinggi. Lihatlah, tak ada kata terlambat kan? Kecuali kita tidak memulai apapun.
Benarkah bahwa kita tak pernah terlalu tua untuk memulai karir baru atau membuat perubahan dramatis dalam kehidupan kita? Bagaimana jika kita berusia 72 atau bahkan 82 tahun? Apakah seusia itu kita terlambat untuk mempelajari bahasa baru? Ah, tidak juga. Dua ratus tahun lalu negarawan Roma, Cato, mempelajari bahasa Yunani pada usia 80 tahun. Bisakah kita lebih kreatif di usia itu? Bagaimana dengan Goethe? Mahakaryanya, ‘Faust’ belum sempurna hingga ia berusia 80 tahun. Dan Michelangelo berusia 71 tahuh ketika ia melukis Kapel Sistine.
Butuh contoh lebih banyak? Luigi Cornaro, seorang terpelajar dari Venesia, mulai menulis geriatrik pada usia 83 tahun. Risalah klasiknya ‘The Joys of Old Age’ ditulis [ada tahun 1562 ketika ia berusia 95 tahun! Di era modern, seorang filosof besar, ahli matematik, dan pecinta perdamaian, Bertrand Russell, berpartisipasi dan ditahan dalam sebuah demonsttasi anti nuklir ketika ia berusia 89 tahun. Dan tentu saja kita tak bisa melupakan Nenek Moses, yang mulai melukis di usia 80. Tahukan anda bahwa sekitar 25% lukisannya yaitu sebanyak 1,500 lukisan dibuatnya setelah ia berusia 100 tahun? Kemudian ada Henry Little, seorang Presiden Direktur dari The Institution for Savings di Newburyport, Massachusetts, memutuskan untuk pensiun sehingga orang yang lebih muda bisa mengambil alih. Tuan Little pensiun ketika ia berusia 102 tahun! Orang lebih muda yang ia maksud ternyata berusia 83 tahun.
Sedikit Pelajaran
Apa yang bisa kita pelajari dari contoh-contoh di atas? Mereka semua sangat berhasrat tinggi dalam melakukan apa yang meraka kerjakan. Hasrat atau passion adalah sumber energi dan membuat seseorang tetap awet muda, sebagaimana yang ditulis Benjamin Franklin,
“Mereka dengan cinta mendalam tak pernah tua, mungkin saja mereka meninggal karena usia tua, tapi sesungguhnya mereka mati muda.”
Mereka juga menyadari, bahwa lebih baik menjadi 70 tahun lebih muda daripada berusia 40 tahun, sehingga mereka tidak membiarkan usia menghambat mereka untuk mengejar mimpi. Mereka memahami bahwa tak ada kata terlambat untuk mulai mengerjakan sesuatu, dan saat ini lah waktu untuk bertindak. Tidak seperti King Richard II, mereka tidak pernah berkeluh kesah,
“Aku menyia-nyiakan waktu, dan sekarang waktu lah yang menyia-nyiakan aku”
Pelajaran lain yaitu ketika peluang muncul, mereka terjun ke dalamnya. Memang, pasti ada resiko di dalamnya, tapi mengapa kita takut akan kehidupan? Kematian, mungkin, tapi tidak dengan kehidupan. Rita Coolidge menyadari pentingnya hal ini ketika ia berkata,
“Terlalu sering peluang datang mengetuk, tapi saat kita melepas rantai, melepas gembok, membuka kunci dan mematikan alarm pencuri, saat itu sudah terlambat.”
Satu hal, bahwa obat mujarab untuk tetap awet muda adalah pengalaman dan pengetahuan baru yang kita dapat setiap hari. Rupanya Henry Ford merasakan hal serupa, ketika ia berkata,
“Siapapun yang berhenti belajar adalah kaum tua, tak peduli terjadi di usia 20 atau 80. Siapapun yang tetap belajar tidak cuma awet muda tapi tetap bernilai, tanpa memperhatikan kapasitas fisiknya.”
Pada akhirnya, ada pepatah Arab yang patut dipertimbangkan,
“Ketika kau lihat orang tua yang ramah tamah, berwatak halus, mantap, berisi, dan mempunyai selera hmor yang baik, yakinlah bahwa kemudaan, kemurah hatian, dan kesabaranlah yang mereka miliki. Pada akhirnya mereka tidak meratapi masa lalu, juga tidak takut pada masa depan; mereka seperti waktu malam di ujung hari yang menyenangkan.”

Tsunami Jepang

Detik-detik ketika Tsunami menghantam Jepang

Jumat, 18 Maret 2011

UN 2011



 
 
JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menjamin seluruh siswa di seluruh Indonesia yang berhak mengikuti Ujian Nasional (Unas) akan diberikan kesempatan untuk mengikuti Unas.

Hal ini terkait dengan adanya dua sekolah di Jayawijaya yaitu SD Inpres Landia, Distrik Pelebaga dan SMA Negeri Kurulu, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya yang terancam tidak bisa mengikuti Unas akibat tidak terdaftar dalam data base Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2010/2011.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdiknas, Mansyur Ramli mengataan, pihaknya memang belum memperoleh informasi yang jelas mengenai masalah di kedua sekolah tersebut.

Dijelaskan, tidak semua sekolah sebagai penyelenggara Unas. "Misalnya, SMP A dan SMP B berada di satu wilayah. Bisa jadi,  cukup SMP A saja yang menjadi penyelenggara Unas. Sehingga, SMP 2 bisa mengikuti di SMP 1,” ujar Mansyur kepada JPNN usai acara penutupan Rembuk Pendidikan Nasional di 2011 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kemdiknas, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Jumat (18/3).

Kasus serupa laporannya juga sudah diterima Kemdiknas. Dikatakan, ada sekolah di suatu daerah yang meminta Kemdiknas mengubah jadwal pelaksanaan Unas khusus di daerahnya. Alasannya, ada perayaan hari besar keagamaan yang mengharusnya siswa untuk libur dan bertepatan dengan pelaksanaan Unas.

“Jika kondisinya demikian, tentunya akan ada dispensasi. Kan masih ada ujian susulan, karena itu memang hak mereka. Pelaksanaan ujian susulan itu dilakukan seminggu setelah jadawal ujian utama digelar,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kabupaten Jayawijaya Dommy Talakua SE,MM mengatakan kedua sekolah di daerahnya tidak bisa mengikuti ujian. Ini karena adanya kesalahan dari pihak sekolah, dimana kedua sekolah ini tidak menyampaikan data peserta ujian sampai pada batas waktu yang telah ditentukan. Ditanya mengenai jumlah peserta yang akan mengikuti ujian tahun ini, Dommy menyebutkan, keseluruhan yang akan mengikuti ujian berjumlah 5.238 peserta, terdiri dari SMA sebanyak 1.026 peserta, SMK 593 peserta, SMP 1.850 peserta dan SD 1.769 peserta.

Untuk diketahui, jadwal pelaksanaan Unas 2010/2011 jenjang sekolah menengah atas/ madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) akan digelar pada 18-21 April 2011. Sedang pelaksanaan Unas  sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) akan digelar pada 25-28 April 2011.

Sementara untuk Unas Susulan SMA/MA/SMK dilaksanakan pada 25-28 April 2011 dan pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2011. Sedangkan Unas Susulan SMP/MTs pada 3-6 Mei 2011. Untuk pengumuman Unas SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada 4 Juni 2011. (cha/jpnn)

Paling Etis, Microsoft Kalahkan Google & Facebook

Paling Etis, Microsoft Kalahkan Google & Facebook
Headline

INILAH.COM, Jakarta- Ethisphere Institute menegaskan Microsoft sebagai perusahaan paling etis di seluruh dunia, bahkan mengalahkan raksasa teknologi Apple, Facebook maupun Google. Kenapa?
Penunjukan perusahaan paling etis di seluruh dunia itu diberikan kepada perusahaan yang memiliki etika tinggi dalam mematuhi program yang ada, dibandingkan rekan industri mereka.
Daftar perusahaan mencakup berbagai bidang, di antaranya perangkat lunak komputer, toko makanan, jasa telekomunikasi, perbankan, dan layanan penerbangan.
Perusahaan dievaluasi berdasarkan kewarganegaraan perusahaan, tanggung jawab, tata kelola perusahaan dan inovasi yang mampu memberikan kontribusi kepada kesejahteraan masyarakat, kepemimpinan industri dan lainnya.
“Microsoft menjadi perusahaan besar sejak awal 2000-an meskipun muncul isu monopoli. Mereka juga menyumbangkan jutaan dolar untuk lembaga sosial, berinvestasi dalam program pembangunan perekonomian masyarakat dan lainnya,” tulis Business Insider.
Google sempat menjadi perusahaan paling etis di dunia selama beberapa tahun terakhir. Namun gagal pada tahun ini karena terserang kasus monopoli oleh Uni Eropa dan pemerintah Amerika Serikat. 

Peta Kawasan Dunia PAling Rawan Gempa

Inilah Peta Kawasan Dunia Paling Rawan Gempa

INILAH.COM. Jakarta- Ilmuwan menciptakan peta terbaru yang menunjukkan kawasan paling rentan gempa di seluruh dunia. Peta ini memanfaatkan sejarah gempa selama empat ribu tahun.
Pemetan itu membantu masyarakat dunia memahami risiko tinggal di kawasan dengan kegiatan seismik berbahaya.
“Kini, semakin banyak orang yang tinggal di daerah rawan bencana. Gempa bumi di Jepang dan Christchurch (Selandia Baru) menjadi pengingat yang tragis soal hubungan rapuh antara manusia dan bencana alam,” ujar pencipta peta ini sekaligus peneliti di Departemen Geografi, University of Sheffield, Inggris, Benjamin Hennig.
Hennig juga menciptakan peta baru yang lebih mendeskripsikan kondisi Jepang. Ini menunjukkan mayoritas penduduk di negara itu, setidaknya 80 juta orang, terkonsentrasi di sepanjang pantai Pasifik. Peta itu juga termasuk topografi, geografi laut, dan kedalaman air laut.
“Peta ini membantu kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara risiko alam dan pola populasi global,” ujar Hennig.
Peta ini menyediakan visualisasi semua gempa bumi besar yang terjadi sejak 2150 SM. Kriteria gempa di peta ini adalah kerusakan melebihi US$1 juta (Rp9 miliar), menewaskan lebih dari 10 orang, berkekuatan di atas 7,5 SR dan menghasilkan tsunami. [mor]