welcome to SMP 3 Sragi

Selamat datang di blog SMP 3 Sragi

Blog ini kami tujukan bagi anda yang ingin mengakses informasi yang berkaitan dengan SMP 3 Sragi, meliputi informasi akademis, non akademis maupun informasi lainnya

Gunakan kesempatan ini untuk dapat berpartisipasi dalam membangun SMP 3 Sragi menuju ke sekolah yang lebih maju dan lebih berprestasi

Selamat bergabung bersama kami

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2011

UN 2012

Kisi Kisi Ujian Nasional 2012


Kisi Kisi Ujian Nasional 2012
Kisi-kisi ujian nasional 2012 (UN 2012)juga sudah ditetapkan BSNP bersamaan dengan POS UN 2012 dan Jadwal Ujian Nasional tahun 2012. Kisi-kisi Soal Ujian Nasional 2012 disusun berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seperti yang telah diatur pada Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Jika kisi-kisi soal UN 2012 berdasarkan SK dan KD yang ada pada silabus dan RPP, seharusnya para guru tidak perlu khawatir karena secara pasti setiap Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar akan diajarkan melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Namun setiap Ujian Nasional datang, kekhawatiran pendidik selalu saja berlebihan.

Jadwal Ujian Nasional 2012

Saya ulangi sekali lagi, inilah jadwal Ujian Nasional 2012 yang akan dilaksanakan mulai April 2012. Waktu yang relatif singkat untuk mempersiapkan anak didik kita agar siap dari segala sisi.
No.Jenjang PendidikanUjian UtamaUjian SusulanPenentuan Kelulusan
1SMA/MA dan SMK16 – 19 April 201223 – 26 April 201224 Mei 2012
2SMP/MTs dan SMPLB23 – 26 April 201230 April – 4 Mei 201202 Juni 2012
3SD/MI dan SDLB07 – 09 Mei 201214 – 16 Mei 2912Kewenangan Provinsi

Kisi-kisi Soal Ujian Nasional 2012

A. SMP/MTs
  1. Bahasa Indonesia SMP/MTs
  2. Bahasa Inggris SMP/MTs
  3. Matematika SMP/MTs
  4. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs
B. SMPLB
  1. Bahasa Indonesia SMPLB – A, D, dan E (Tunanetra, Tuna Daksa Ringan, dan Tuna Laras)
  2. Bahasa Indonesia SMPLB – B (Tunarungu)
  3. Bahasa Inggris SMPLB – A, D, dan E (Tunanetra, Tuna Daksa Ringan, dan Tuna Laras)
  4. Bahasa Inggris SMPLB – B (Tunarungu)
  5. Matematika SMPLB – A, D, dan E (Tunanetra, Tuna Daksa Ringan, dan Tuna Laras)
  6. Matematika SMPLB – B (Tunarungu)
  7. Ilmu Pengetahuan Alam SMPLB – A, D, dan E (Tunanetra, Tuna Daksa Ringan, dan Tuna Laras)
  8. Ilmu Pengetahuan Alam SMPLB – B (Tunarungu)
C. SMA/MA
  1. Bahasa Indonesia SMA/MA (Program Bahasa)
  2. Bahasa Indonesia SMA/MA (Program IPA/IPS)
  3. Sastra Indonesia SMA/MA (Program BAHASA)
  4. Bahasa Inggris SMA/MA (Program IPA/IPS/Bahasa/Keagamaan)
  5. Bahasa Arab SMA/MA (Program Bahasa)
  6. Bahasa Jepang SMA/MA (Program Bahasa)
  7. Bahasa Jerman SMA/MA (Program Bahasa)
  8. Bahasa Prancis SMA/MA (Program Bahasa)
  9. Bahasa Mandarin SMA/MA (Program Bahasa)
  10. Matematika SMA/MA (Program IPA)
  11. Matematika SMA/MA (Program IPS/Keagamaan)
  12. Matematika SMA/MA (Program Bahasa)
  13. Fisika SMA/MA (Program IPA)
  14. Kimia SMA/MA (Program IPA)
  15. Biologi SMA/MA (Program IPA)
  16. Ekonomi SMA/MA (Program IPS)
  17. Sosiologi SMA/MA (Program IPS)
  18. Geografi SMA/MA (Program IPS)
  19. Antropologi SMA/MA (Program Bahasa)
  20. TAFSIR MA (Program Keagamaan)
  21. Hadist MA (Program Keagamaan)
  22. Fikih MA (Program Keagamaan)
D. SMALB
  1. Bahasa Indonesia SMALB – A, D, Dan E (Tunanetra, Tuna Daksa Ringan, dan Tuna Laras)
  2. Bahasa Indonesia SMALB – B (Tunarungu)
  3. Bahasa Inggris SMALB – A, D, Dan E (Tunanetra, Tuna Daksa Ringan, dan Tuna Laras)
  4. Bahasa Inggris SMALB – B (Tunarungu)
  5. Matematika SMALB – A, D, dan E (Tunanetra, Tuna Daksa Ringan, dan Tuna Laras)
  6. Matematika SMALB – B (Tunarungu)
E. SMK
  1. Bahasa Indonesia SMK
  2. Bahasa Inggris SMK
  3. Matematika SMK (Kelompok Teknologi, Kesehatan, dan Pertanian)
  4. Matematika SMK (Kelompok Akuntansi dan Pemasaran)
  5. Matematika SMK (Kelompok Pariwisata, Seni, dan Kerajinan, Teknologi Kerumahtanggaan, Pekerjaan Sosial, dan Adm. Perkantoran)
F. SD/MI
  1. Bahasa Indonesia SD/MI
  2. Matematika SD/MI
  3. Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI
G. SDLB
  1. Bahasa Indonesia SDLB – A, D, dan E (Tunanetra, Tuna Daksa Ringan, dan Tuna Laras)
  2. Bahasa Indonesia SDLB – B (Tunarungu)
  3. Matematika SDLB – A, D, dan E (Tunanetra, Tuna Daksa Ringan, dan Tuna Laras)
  4. Matematika SDLB – B (Tunarungu)
  5. Ilmu Pengetahuan Alam SDLB – A, D, dan E (Tunanetra, Tuna Daksa Ringan, dan Tuna Laras)
  6. Ilmu Pengetahuan AlaM SDLB – B (Tunarungu)

Minggu, 25 September 2011

inspirasiku


Siti Fatima, Juara Astronomi dari Sebuah Gubuk

Liputan6.com, Sampang: Gubuk itu sederhana dan berlantai tanah di tengah tegalan di Dusun Dualas, Pangongseyan, Sampang, Madura, Jawa Timur. Tidak akan ada yang menyangka jika gubuk itu dihuni seorang siswi yang baru-baru ini keluar sebagai juara nasional bidang astronomi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2011 di Manado, Sulawesi Utara.
Kemiskinan agaknya membuat Siti Fatima terpacu untuk belajar dengan rajin. Kegigihannya tidak hanya dalam belajar. Untuk berangkat ke sekolah yang jauhnya delapan kilometer, siswi kelas tiga SMA Negeri 1 Sampang ini harus berjalan kaki satu kilometer dari rumahnya karena tidak bisa dilalui sepeda motor. Setelah itu baru diantar pamannya ke jalan raya untuk selanjutnya naik angkutan ke sekolah.
Sayang, prestasi yang diraihnya di tingkat nasional dan regional di bidang astronomi kurang mendapatkan perhatian banyak kalangan. Siti Fatima hanya berharap bisa masuk Institut Teknologi Bandung jika nanti lulus dari SMA. Semoga saja, Siti yang sudah yatim dan memiliki ibu sebagai penjual ikan keliling itu bisa mengharumkan bangsa di masa depan.(ADO)

Rabu, 17 Agustus 2011

Menegakkan Merah Putih

Refleksi 66 Tahun Indonesia Merdeka
Oleh: Mukhlis

Memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia kali ini sebaiknya jangan hanya sebatas seremonial saja. Alangkah lebih bermakna kalau kesempatan ini kita gunakan untuk melakukan refleksi. Saya tulis dengan kata ‘kita’ maksudnya adalah untuk mewakili semua komponen bangsa ini. Mari kita melakukan refleksi sudah sejauh manakah perjalanan bangsa ini, adakah yang salah terhadap bangsa ini, seharusnya bagaimanakah sikap kita terhadap bangsa ini, langkah apa lagi yang harus diperbuat untuk bangsa ini.

Peringatan Kemerdekaan terlalu sering hanya diwarnai dengan kemeriahan berbagai lomba yang digelar di setiap RT/RW, upacara, paskibra, atau simbolisasi lagu-lagu perjuangan. Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan tak lebih dari sekedar kegiatan rutin yang wajib dilakukan. Kegiatan malam tirakatan atau malam renungan, sering terjebak dalam kemeriahan pesta makan tumpeng tidak menyentuh substansi reflektif.

Kini setelah 66 tahun kita sebagai bangsa yang merdeka, tidak ada salahnya bila momentum peringatan kali ini kita gunakan untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan bangsa ini. Perlu kiranya kita bertaanya mengapa setelah 66 tahun kita menjadi bangsa yang merdeka masih ada saja kehidupan sengsara yang dialami oleh rakyat, sementara yang kebetulan menjadi pngurus negara dengan mudahnya melakukan korupsi. Apakah sesungguhnya tujuan kita ingin menjadi bangsa yang merdeka?

Kita perlu memaknai kembali arti kemerdekaan. Memaknai di sini bukan berarti sekadar membeberkan hal-hal simbolik tentang kemerdekaan. Lebih dari itu, kita berharap dapat menemukan suatu rumusan moral imperatif yang sejalan dengan situasi bangsa saat ini, dan menjadi pendorong dan mampu member inspirasi seluruh rakyat untuk bergerak menjadi bangsa yang benar-benar merdeka. Hal itu penting, karena bagi sebagian besar generasi muda, makna kemerdekaan boleh jadi hanya samar-samar.

Keterlibatan Guru dan Tugas Pendidikan
Menyegarkan kembali rasa patriotisme dan nasionalisme untuk menjadi energi yang mampu menggelorakan semangat merdeka saat ini memang sedikit repot. Lebih-lebih untuk generasi yang lahir belakangan, tidak tahu persis betapa beratnya berjuang menegakkan bendera merah putih.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata menegakkan berarti mengusahakan supaya tetap berdiri, memelihara dan mempertahankan dalam hal ini kemerdekaan bangsa. Pada awal-awal bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan sebagai bangsa yang bebas berdiri sendiri, saat itu memang ada pihak-pihak yang menghendaki kemerdekaan itu batal. Pada saat itulah rasa patriotisme dan nasionalisme semua elemen bangsa terpanggil untuk berusaha tetap menegakkan merah putih.

Suasana terpanggil untuk ikut serta menegakkan merah putih tersebut saat itu diwujudkan dengan pengorbanan nyata. Tenaga, harta, bahkan nyawa mereka curahkan demi tetap tegaknya bendera merah putih. Hal itu karena mereka betul-betul merasakan betapa perlunya menjadi bangsa yang bebas dari belenggu penjajah. Bagaimana untuk generasi sekarang yang kurang mengetahui persis masa-masa penjajahan?

Rasanya sulit untuk membawa suasana semangat persis pada saat-saat awal kemerdekaan. Situasi dan kondisilah yang menyebabkan generasi sekarang kurang bisa menghayati betapa perlunya menegakkan merah putih. Disinilah tugas-tugas pendidikan sangat diperlukan. Pendidikan secara luas, baik oleh generasi tua, orang tua, penyelenggara Negara, dan lebih khusus oleh guru sangat dibutuhkan sehingga generasi sekarang juga merasa perlu menegakkan merah putih demi kejayaan bangsa dan negara.

Patriotisme Generasi Terkini
Generasi yang lahir belakangan mengenal merah putih sebatas identitas bangsa, sebagai bendera bangsa Indonesia. Dalam kegiatan upacara bendera mereka hormat mengikuti komando yang diperintahkan oleh komandan upacara. Penghormatan standar sesuai dengan tata tertib pelaksanaan upacara bendera. Sadarkah mereka bagaimana kita bersikap untuk tetap menjaga Sang Merah Putih untuk tetap berkibar?

Dikalangan muda, untuk tumbuh sikap yang betul-betul ingin menegakkan merah putih belum begitu banyak. Saya sendiri percaya ada, tetapi jumlahnya lebih banyak yang acuh tak acuh dan masa bodoh. Kita bisa mengamati dalam kegiatan peringatan HUT RI yang diselenggarakan di kampung-kampung misalnya, kebanyakan dari kalangan muda mungkin lebih tertarik pada kemeriahan organ tunggal campursari atau dangdut daripada esensi dari peringatan kemerdekaan. Bagi sebagian besar generasi tersebut, peringatan semacam itu bukan berarti sebuah selebrasi yang punya nilai mendalam. Perayaan kemerdekaan menjadi tidak jauh dari sekadar hura-hura hajatan.

Menyadari fenomena yang tampak di kalangan muda sekarang, maka dalam kesempatan peringatan kemerdekaan yang ke-66 ini perlu melakukan refleksi yang mendalam oleh semua komponen bangsa. Lebih-lebih bagi guru. Ajak peserta didik untuk sedikit merenung arti dan cita-cita merdeka. Tunjukkan kepada peserta didik cara-cara yang konkrit bagaimana mengisi dan  berjuang untuk menegakkan merah putih.

Menjadi Generasi yang Bermanfaat
Zaman telah berubah, bentuk perjuangan pun berubah. Namun arah dan semangat berjuang harus tetap sama. Arah perjuangan bangsa Indonesia harus tetap mewujudkan cita-cita kemerdekaan sesuai yang tertuang dalam alinea keempat Pembukaan Undang-undang Dasar  Tahun 1945.

Semangat berjuang untuk mencapai cita-cita hidup berbangsa dan bernegara tidak boleh surut.  Hal ini karena secara nyata apa yang dicita-citakan oleh para pejuang dulu sampai sekarang belum terwujud. Untuk lebih mengingatkan kembali saya kutipkan bunyi penggalan alenia keempat pembukaan UUD 1945 sebagai berikut, “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam ….”

Cukup jelas kiranya bahwa perjuangan untuk menegakkan merah putih itu tetap harus digelorakan terus kepada setiap warga negara Indonesia. Lebih-lebih kepada generasi muda. Melalui bangku pendidikan, semua guru (bukan hanya guru PKn saja loh?!) harus menanamkan kesadaran kepada siswa untuk berjuang untuk menjadi pribadi yang bermanfaat. Secara nyata perjuangan itu berupa berjuang untuk dirinya sendiri, berusaha menjadi individu yang mandiri tidak menjadi beban orang lain. Terus berusaha menjadi individu yang bermanfaat untuk orang lain. Berkarya yang terbaik semaksimal mungkin , berusaha jangan sampai merugikan pihak lain. Itulah sosok generassi yang bermanfaat.

Alangkah indahnya jika semua individu tampil dalam kehidupan sebagai individu yang bermanfaat. Pastilah terbentuk masyarakat yang bermanfaat. Dari kondisi masyarakat yang demikian terciptalah negara yang maju, karena setiap rakyatnya member manfaat satu sama lain. Ya, menjadi individu yang bermanfaat, adalah cara nyata berjuang untuk bangsa dan negara saat ini.
***
Mukhlis, SIP;S.Pd adalah guru IPS SMP 3 Sragi

Jumat, 18 Maret 2011

UN 2011



 
 
JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menjamin seluruh siswa di seluruh Indonesia yang berhak mengikuti Ujian Nasional (Unas) akan diberikan kesempatan untuk mengikuti Unas.

Hal ini terkait dengan adanya dua sekolah di Jayawijaya yaitu SD Inpres Landia, Distrik Pelebaga dan SMA Negeri Kurulu, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya yang terancam tidak bisa mengikuti Unas akibat tidak terdaftar dalam data base Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2010/2011.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdiknas, Mansyur Ramli mengataan, pihaknya memang belum memperoleh informasi yang jelas mengenai masalah di kedua sekolah tersebut.

Dijelaskan, tidak semua sekolah sebagai penyelenggara Unas. "Misalnya, SMP A dan SMP B berada di satu wilayah. Bisa jadi,  cukup SMP A saja yang menjadi penyelenggara Unas. Sehingga, SMP 2 bisa mengikuti di SMP 1,” ujar Mansyur kepada JPNN usai acara penutupan Rembuk Pendidikan Nasional di 2011 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kemdiknas, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Jumat (18/3).

Kasus serupa laporannya juga sudah diterima Kemdiknas. Dikatakan, ada sekolah di suatu daerah yang meminta Kemdiknas mengubah jadwal pelaksanaan Unas khusus di daerahnya. Alasannya, ada perayaan hari besar keagamaan yang mengharusnya siswa untuk libur dan bertepatan dengan pelaksanaan Unas.

“Jika kondisinya demikian, tentunya akan ada dispensasi. Kan masih ada ujian susulan, karena itu memang hak mereka. Pelaksanaan ujian susulan itu dilakukan seminggu setelah jadawal ujian utama digelar,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kabupaten Jayawijaya Dommy Talakua SE,MM mengatakan kedua sekolah di daerahnya tidak bisa mengikuti ujian. Ini karena adanya kesalahan dari pihak sekolah, dimana kedua sekolah ini tidak menyampaikan data peserta ujian sampai pada batas waktu yang telah ditentukan. Ditanya mengenai jumlah peserta yang akan mengikuti ujian tahun ini, Dommy menyebutkan, keseluruhan yang akan mengikuti ujian berjumlah 5.238 peserta, terdiri dari SMA sebanyak 1.026 peserta, SMK 593 peserta, SMP 1.850 peserta dan SD 1.769 peserta.

Untuk diketahui, jadwal pelaksanaan Unas 2010/2011 jenjang sekolah menengah atas/ madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) akan digelar pada 18-21 April 2011. Sedang pelaksanaan Unas  sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) akan digelar pada 25-28 April 2011.

Sementara untuk Unas Susulan SMA/MA/SMK dilaksanakan pada 25-28 April 2011 dan pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2011. Sedangkan Unas Susulan SMP/MTs pada 3-6 Mei 2011. Untuk pengumuman Unas SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada 4 Juni 2011. (cha/jpnn)